Adzka Sundusia
24 February 23 pada 

Kisah Perjalanan Hidup Nabi Musa -alaihissalam-

259 Views
7 menit
Kisah Perjalanan Hidup Nabi Musa

Kisah Perjalanan Hidup Nabi Musa AS

Nabi Musa adalah salah satu dari ke-25 nabi yang menjadi utusan Allah. Kisah Nabi Musa yang akan dijabarkan di artikel ini, akan menjadi cerita sejarah dalam Islam yang juga memiliki banyak makna. Sikap beliau yang selalu meminta pertolongan pada Allah harus ditiru.Nabi Musa adalah putra dari Imran bi Yashar bin Qahits bin Lawi bin Yaqub. Ia juga merupakan saudara sepupu dari Nabi Harun, sedangkan ibunya bernama Yukabad.Usia Nabi Harun beberapa tahun lebih tua dari Nabi Musa. Nama pamannya adalah Qorun bin Yashar bin Qahits.

Kisah Nabi Musa AS

Nabi Musa lahir di Mesir 1527 SM pada pemerintahan Merneptah, pendapat lain mengatakan Ramses Akbar atau Thutmosis atau Firaun. Musa adalah seorang pemimpin dan Nabi orang Israel dan memiliki tugas membawa Bani Israil (Israel) keluar dari Mesir. Nama beliau disebutkan sebanyak 136 kali di dalam Al-Quran.

Musa bin Imran bin Fahis bin ‘Azir bin Lawi bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim bin Azara bin Nahur bin Suruj bin Ra’u bin Falij bin ‘Abir bin Syalih bin Arfahsad bin Syam bin Nuh. Sedangkan nama ibunda Musa memiliki nama Yukabad, pendapat lain mengatakan namanya adalah Yuhanaz Bilzal.

Peristiwa Kelahiran Nabi Musa AS

Cerita kelahiran Nabi Musa berasal dari Imam al-Sudiy yang juga diceritakan kembali oleh Abu Malik dan Abu Shalih serta dari Ibnu Mas’ud yang mendapatkan ceritanya dari kalangan sahabat. Awalnya Firaun yang saat itu menjadi raja bermimpi ia melihat api yang berasal dari Baitul Maqdis.Kemudian api tersebut membakar Mesir tapi pada saat itu api tersebut tidak membahayakan Bani Israil.Setelah bangun dari tidur, Firaun pun mengumpulkan para ahli nujum dan beberapa tukang sihir dan meminta mereka untuk menceritakan apa maksud dari mimpi itu.

Mereka pun bercerita bahwa arti mimpinya adalah, akan lahir seorang bayi laki-laki yang akan menghancurkan Mesir dan bayi ini berasal dari Bani Israil juga.Sejak saat itu Firaun pun memerintahkan bala tentaranya untuk meniadakan setiap bayi lelaki yang lahir di Bani Israil. Ia meminta mereka untuk membunuh bayi-bayi lelaki tersebut, tanpa terkecuali. Setelah itu, lahirlah Nabi Musa yang juga berasal dari kalangan Bani Israil. Yukaibid merasa sangat ketakutan apabila anaknya dibunuh oleh Raja Fir'aun. Kemudian, Allah mengilhaminya untuk meletakkan Musa ke dalam peti dan dihanyutkan ke sungai saat pasukan Fir'aun datang.

Lalu setelah itu atas izin Allah, peti Musa ditemukan oleh istri Firaun yang bernama Asiyah binti Muzahim. Setelah disetujui oleh Firaun, Asiyah memutuskan untuk mengasuh bayi Musa dan mengangkatnya jadi anak.Firaun memang dikenal sebagai raja yang kejam. Akan tetapi ia sangat menyayangi dan mencintai istrinya sehingga selalu menuruti keinginan istrinya tersebut.Saat mengasuh Musa, Asiyah mencari wanita yang bisa memberi Asi kepada bayi itu. Atas kehendak Allah, ibu kandung Musa terpilih untuk menyusuinya. Sebab, tidak ada satupun air susu wanita yang mau diminum oleh Musa kecuali dari ibu kandungnya sendiri.

Begitulah cara Allah menyatukan Musa ke pangkuan ibunya. Kisah ini dijelaskan dalam surah Al Qashah ayat 13. Allah SWT berfirman yang artinya: “Maka kami kembalikan Musa kepada ibunya, supaya senang hatinya dan tidakberduka cita dan supaya ia mengetahui bahwa janji Allah itu adalah benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya”.

Perjalanan Hidup Nabi Musa AS

Pada suatu hari, Firaun memangku Musa yang masih kanak-kanak, tetapi tiba-tiba janggutnya ditarik Musa hingga dia kesakitan, lalu berkata: “Wahai istriku, mungkin anak inilah yang akan menjatuhkan kekuasaanku.” Istrinya berkata: “Sabarlah, dia masih anak- anak, belum berakal dan belum mengetahui apa pun.” Karena Firaun tidak percaya, akhirnya dia menguji Musa dengan sajian Roti dan Bara api, diceritakan di dalam hadist bahwa sebenarnya Musa berniat mengambil Roti akan tetapi oleh malaikat dialihkanlah sehingga tangannya memegang Bara Api kemudian memakannya, sejak itulah Musa menjadi cadal dan selamat dari ancaman Firaun.Sejak berusia tiga bulan hingga dewasa Musa tinggal di istana itu sehingga orang memanggilnya Musa bin Firaun. Nama Musa sendiri diberikan oleh keluarga Firaun. “Mu” berarti air dan “sa” adalah tempat penemuannya di tepi sungai Nil.

ketika beranjak dewasa Musa diberikan petunjuk oleh Allah bahwa dirinya bukanlah anak kandung Raja Firaun. Selain itu, ia diberikan mukjizat ilmu pengetahuan dan pangkat kenabian serta diberi kitab Taurat guna menaklukkan Fir'aun.Nabi Musa memutuskan untuk meninggalkan istana, karena mendapat kabar bahwa Fir'aun akan berencana buruk terhadapnya. Hal itu terjadi setelah salah satu rakyatnya ada yang mati terbunuh saat Musa mendamaikan perkelahian dua orang.

Nabi Musa Pergi Meninggalkan Mesir

Karena terdesak Musa akhirnya lari dari Mesir, perjalanannya tak tentu arah dan tujuan sampai 8 hari, tibalah dia di kota Madyan, yaitu kotanya Nabi Syu’aib di timur Semenanjung Sinai dan Teluk Aqabah di selatan Palestina. Setelah tiba di kota Madyan Musa bertemu dengan dua putri Nabi Syuaib pertemuan itu terjadi ketika Nabi Musa tengah beristirahat. Dua gadis itu tengah mengambil air untuk hewan ternaknya, Musa memutuskan untuk membantu mereka. Setelah itu mereka mengundang Musa untuk berkunjung ke rumah. Setelah sampai, ia baru mengetahui bahwa dua gadis tersebut adalah putri Nabi Syuaib.

Setelah dijamu dengan penuh hormat, Nabi Musa menceritakan apa yang terjadi dengan dirinya. Maka, Nabi Syuaib berkata, “Janganlah takut, sesungguhnya engkau telah lepas dari kaum yang zalim.” Nabi Syuaib kemudian menawarkan kepada Nabi Musa untuk menikahi salah satu dari putrinya. Hal ini juga diabadikan dalam surah Al Qashash ayat 27. Tawaran itu diterima oleh Nabi Musa, dan ia menikah dengan salah satu putri Nabi Syuaib yang bernama Shafuro. Selepas menjalani kehidupan berkeluarga di Madyan, Musa kembali ke Mesir.

Kembalinya Nabi Musa AS ke Mesir

Setelah mendapat izin dari mertuanya, Nabi Musa didampingi istrinya berangkat menuju Mesir. Ia mendapat wahyu dari Allah SWT, di mana peristiwa ini juga dikisahkan dalam surah Al Qashas ayat 29-32. Menurut beberapa riwayat, tempat turunnya wahyu Nabi Musa adalah sebuah bukit yang bernama Tursina. Ketika sampai di Mesir, Nabi Musa mengajak Fir'aun untuk kembali ke jalan yang benar dengan menunjukkan mukjizat dari Allah yaitu tongkat ajaibnya yang bisa berubah jadi ular. Melihat itu, Fir'aun sangat murka dan memanggil semua tukang sihir agar bertanding dengan Musa.

Kemenangan ada dipihak Nabi Musa dan para tukang sihir mengakui kebenaran yang dibawa olehnya. Selain itu, Siti Asiah, istri Raja Fir'aun juga ikut beriman kepada Nabi Musa. Hal ini membuat Fir'aun murka dan menghukum mati para tukang sihir serta menyiksa istrinya hingga meninggal. karena peristiwa tersebut, Nabi Musa beserta pengikutnya dikejar oleh Fir'aun beserta seluruh bala tentaranya. Para ulama mengatakan, jumlah tentara Firaun mencapai satu juta orang. Sedangkan kaum Nabi Musa hanya sekitar 600.000 orang.

Mereka menyisir semua daerah untuk mencari Nabi Musa dan pengikutnya dan bertemu saat matahari terbit. Tidak ada jalan lain bagi mereka untuk menyelamatkan diri selain menyebrangi lautan Merah. Kemudian turunlah pertolongan Allah, sebagaimana disebutkan dalam Alquran surah Al Baqarah ayat 50, yang berbunyi: "Dan (ingatlah) ketika Kami membelah laut untukmu, sehingga kamu dapat Kami selamatkan dan Kami tenggelamkan (Fir‘aun dan) pengikut-pengikut Fir‘aun, sedang kamu menyaksikan"

Dalam peristiwa inilah Allah mewahyukan kepada Nabi Musa agar memukulkan tongkatnya ke permukaan laut. Tiba-tiba air laut dengan ombak yang bergulung-gulung terbelah menjadi dua bagian. Setiap mata yang melihat dan menyaksikan peristiwa ini tercengang. Nabi Musa dan para pengikutnya menapaki jalan yang terbentang di tengah lautan dan berhasil menyebrangi hingga kembali ke daratan. Sementara Fir'aun dan pasukannya justru baru memasuki jalan itu. Saat Fir'aun dan pasukannya berada di tengah-tengah lautan, Nabi Musa segera memukulkan kembali tongkatnya, dan air laut yang terbelah itu menyatu kembali. Fir'aun dan pasukannya binasa tenggelam tanpa ada yang selamat. Peristiwa ini juga tercantum dalam Alquran surah Yunus ayat 90-92.

Wafatnya Nabi Musa AS

Selepas keluar dari Mesir, Nabi Musa bersama sebahagian pengikutnya dari kalangan Bani Israel menuju ke Bukit Sina untuk mendapatkan kitab panduan dari Allah. Namun, sebelum itu Musa disyaratkan berpuasa selama 30 hari di bulan Zulkaedah. Ketika akan bermunajat, dia merasa bau mulutnya kurang menyenangkan. Ia menggosok gigi dan mengunyah daun kayu (siwakan), lalu perbuatannya ditegur malaikat dan dia diwajibkan berpuasa 10 hari lagi. Dengan itu puasa Musa genap 40 hari. Sewaktu bermunajat, Musa berkata: “Ya Tuhanku, nampakkanlah zat-Mu kepadaku supaya aku dapat melihatMu.” Allah berfirman: “Engkau tidak akan sanggup melihatKu, tetapi coba lihat bukit itu. Jika ia tetap berdiri tegak di tempatnya seperti sediakala, maka niscaya engkau dapat melihatku.”

Musa terus memandang ke arah bukit yang dimaksudkan itu dan dengan tiba-tiba bukit itu hancur hingga masuk ke perut bumi, tanpa meninggalkan bekasnya. Musa terperanjat dan gemetar seluruh tubuh lalu pingsan. Ketika sadar, Musa terus bertasbih dan memuji Allah seraya berkata: “Maha besar Engkau ya Tuhanku, ampunilah aku dan terimalah taubatku maka aku akan menjadi hamba yang pertama iman kepada-MU.” Saat itulah Allah menurunkan kitab Taurat kepadanya. Setelah peristiwa tersebut, Nabi Musa tinggal bersama kaumnya Bani Israil Beliau hidup hingga berusia 120 tahun dan wafat di gunung Nebu, Jordania.

Mukjizat Nabi Musa AS

- Kitab Taurat

- Mengubah tongkat menjadi ular

- Membelah laut merah

- Memancarkan sinar di tangan

- Mendatangkan angin topan, banjir dan wabah belalang untuk fir'aun

- Selamat dari pembunuhan yang dilakukan Fir'aun saat baru lahir

- Mejadikan harta benda Fir'aun menjadi batu

- Menenggelamkan Qarun dan harta bendanya kedalam bumi

Hikmah yang dapat dipetik dari kisah Nabi Musa di atas adalah sehebat apapun kekuatan manusia, tidak akan mampu melawan kekuasaan Allah. Fir'aun menerima azab dari Allah dan mengalami kehancuran akibat kesombongan, kekejaman, dan pembangkangannya terhadap perintah Allah SWT.

Postingan ini diperbarui pada: 24 February 2023

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cari Postingan

Tentang Kami

Adzka Sundusia adalah lembaga konsultan pendidikan yang memfasilitasi calon pelajar yang berasal dari Indonesia ke Turki dan Timur Tengah

Kategori

Kategori

Ada Pertanyaan?

Adzka Sundusia ©2024  All Rights Reserved
Made with ❤ by M. Ridwanullah
Kisah Perjalanan Hidup Nabi Musa -alaihissalam-

Silakan pilih agen kami yang tersedia untuk memulai percakapan

Dengan , apa ada yang bisa saya bantu?
×
Ada yang bisa kami bantu?
eyebubblecoffee-cupmenu linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram